- Back to Home »
- Info »
- Apa yang Ada Dalam Kakbah?
Kakbah merupakan kiblatnya umat muslim di seluruh dunia. Kakbah juga merupakan tempat sucinya umat Islam.
Oleh karena itu tidak sembarang orang bisa memasuki bangunan yang suci ini. Hal ini membuat orang-orang penasaran akan apa yang ada di dalamnya.
Yang jelas bukan berisi berhala-berhala jaman dulu yang dijelaskan oleh kaum-kaum perusak Islam.
Dengan tinggi saat ini sekitar 39 kaki 6 inci (kira-kira 11 meter)
dan ukuran total adalah 627 kaki persegi maka ukuran dalam Ka’bah adalah
42,64×29,52 kaki atau sekitar 12,7×8,85 meter. Ruangan di dalam Ka’bah
diperkirakan mampu menampung sebanyak 50 orang.
Namun, tahukah anda, apa saja isi di dalam bangunan yang disucikan umat Islam itu? Ketua Islamic Society of North America (ISNA) atau Masyarakat Islam
Amerika Utara pernah diberi kesempatan untuk masuk ke dalam Ka’bah di
tahun 1998. Ternyata tak banyak benda yang terdapat di dalamnya.
Di dalam Ka’bah ternyata terdapat 3 pilar dan meja untuk meletakkan
parfum. Di langit-langitnya tergantung beberapa lampu lentera. Tak
disebutkan lampu lentera itu terbuat dari bahan apa. Namun pada tahun
1940-an, lampu itu dikabarkan terbuat dari emas dan bertatahkan permata
serta mutiara.
Sebagaimana yang diperlihatkan dokumenter Kerajaan Arab Saudi, isi dalam Ka’bah hanya berupa ruangan kosong. Bahagian dalam Ka’bah terdapat tiga pilar dari kayu gaharu terbaik. Panjang satu pilar sekitar seperempat meter atau setengah meter berwarna campuran antara merah dan kuning. Ketiga pilar ini berjejer lurus dari utara ke selatan.
Pada awal abad ini (tahun 2000-an), bagian bawah ketiga pilar retak yang kemudian diperbaiki dengan diberi kayu melingkar di sekelilingnya. Ketiga pilar ini dibuat atas inisiatif Abdullah ibn Al Zubair tiga abad yang lalu. Meski demikian, ketiganya masih tetap kokoh hingga saat ini.
Atap dalam Ka’bah penuh dengan ukiran-ukiran mengagumkan, selain diberi lampu-lampu indah yang terbuat dari emas mumi dan dari perhiasan-perhiasan indah lainnya. Lantai Ka’bah dibuat dari batu pualam putih.
Dinding Ka’bah bagian dalam dibalut dengan batu pualam warna-warni dan dihiasi dengan ukiran bergaya Arab. Terdapat tujuh papan yang menempel di dinding ini yang bertuliskan nama-nama orang yang pernah merenovasi atau menambahkan sesuatu yang batu di dalam Ka’bah atau Masjidil Haram.
Dikatakan bahwa tembok Syadzarwan adalah bangunan tambahan pada Ka’bah yang dikerjakan oleh kaum Quraisy. Menurut mazhab Syafi’i dan Maliki, tembok Syadzarwan termasuk bagian Ka’bah, sehingga jamaah haji yang bertawaf harus berada di luarnya. Pendapat sebaliknya dikatakan oleh mazhab Hanafi. Menurut mereka, tembok Syadzarwan bukan merupakan bagian Ka’bah.
Menurut Madzhab Imam Hambali. Imam Hambali lebih netral. Pendapatnya adalah, dianjurkan untuk thawaf diluar tembok ini. Namun bagi jama'ah yang berada di dalamnya tak masalah dan tidak akan membuat hajinya rusak. Hajinya tetap sah
Yang jelas, belum diketahui secara pasti kapan pertama kali tembok Syadzarwan dibangun. Setiap kali Masjidil Haram dipugar, tempat-tempat di sekitarnya juga dipugar. Yang pasti, tembok Syadzarwan mengalami pemugaran pada tahun 542 H, 636 H 660 H, dan 1010 H.
dikutip dengan sedikit perubahan dari : wartainfo.com