Archive for 2011-01-16
Video gadis cilik melayang di hutan Russia
Ada video menarik yang akhir-akhir ini cukup ramai diberitakan, yaitu rekaman mengenai seorang gadis cilik yang tanpa sengaja terekam kamera sedang melayang di udara di sebuah hutan di Rusia. Bagi kalian yang belum pernah melihatnya, berikut sekilas mengenai rekaman itu.
Sampai saat ini saya tidak menemukan bukti konklusif yang menunjukkan kalau rekaman ini adalah hoax walaupun secara pribadi saya percaya kalau rekaman ini adalah sebuah produk rekayasa.
Berikut rekaman yang menghebohkan tersebut:
(link yotube)
Rekaman ini pertama kali diupload oleh seorang pengguna Youtube yang memiliki nickname Jevgenij2000 pada tanggal 2 Maret 2009. Video ini tersembunyi diantara jutaan video di Youtube dan baru mulai menjadi heboh pada awal Januari 2011 ini ketika beberapa media di Cina dan Amerika memberitakannya.
Dalam keterangannya, Jevgenij2000 mengatakan kalau ia dan anjingnya sedang berjalan-jalan di sebuah hutan dan tidak menyangka akan menemukan seseorang di situ. Ia sangat terkejut ketika melihat adegan di depannya dan tidak memiliki penjelasan mengenainya.
Jevgenij2000 tidak menjelaskan kapan dan dimana persisnya ia merekam video ini.
Bagi kalian yang tidak bisa menyaksikan rekaman di atas, saya berikan screenshotnya beserta sedikit penjelasan.
Pertama, rekaman ini dimulai dengan wajah seekor anjing. Lalu anjing ini mulai berlari menjauh dari sang pemegang kamera yang secara logis bisa kita simpulkan sebagai Jevgenij2000.
Jevgenij lalu berteriak: "Tarzan,ко мне!"
Teriakan itu dalam bahasa Rusia yang artinya: "Tarzan, kemari!"
Dari sini kita mengetahui kalau anjing itu bernama Tarzan.
Jevgenij2000 maju sedikit ke depan. Di sebelah kanannya ada pohon yang rimbun. Ketika ia mengarahkan kamera ke sebelah kanan, di kejauhan terlihat seorang perempuan sedang berdiri dengan seorang anak perempuan yang sedang melayang di udara!

Ia mendekat sambil terus merekam.

Anak perempuan itu terus melayang selama beberapa saat.


Tiba-tiba, Tarzan menggonggong. Sepertinya gonggongan itu membuat Jevgenij2000 terkejut karena kamera yang dipegangnya ikut goyang sehingga mengarah ke tanah.

Dua detik kemudian, ia kembali mengarahkan kamera ke arah mereka. Namun anak perempuan itu sudah tidak melayang lagi, mungkin terkejut karena gonggongan Tarzan. Lalu mereka berdua pergi dan menghilang di balik pepohonan.

Rekaman itupun berakhir.
Benarkah anak perempuan itu sedang melayang di udara?
Apakah ada sekelompok manusia mutan super power yang sedang berlatih di hutan Rusia?
Beberapa orang yang tidak percaya kalau manusia bisa melayang di udara akan segera menolaknya dan menganggapnya sebagai hoax. Namun, saya lebih suka melihat kepada bukti yang ada, bukan dengan persepsi. Karena itu mari kita melihat kembali rekaman itu dengan teliti.
Seperti yang saya katakan sebelumnya, saya tidak bisa menemukan bukti konklusif kalau rekaman ini adalah hasil rekayasa. Namun, ada beberapa catatan yang mungkin bisa menjadi pertimbangan kita untuk menilai apakah adegan tersebut hanya rekayasa atau benar-benar terjadi.
Catatan positif untuk rekaman ini adalah begitu cepatnya anak perempuan itu berada di tanah. Ketika kamera bergoyang, hanya dalam tempo dua detik, ia sudah terlihat menginjakkan kakinya di bumi. Ini tentu saja sangat sulit dilakukan. Jika anak perempuan itu digantung dengan kabel tipis, maka pastilah ia akan diturunkan dengan pelan untuk mengurangi risiko kecelakaan. Karena itu dua detik yang misterius itu saya anggap sebagai unsur yang cukup menarik dari rekaman itu.
Di sisi lain, ada beberapa catatan yang sepertinya menunjukkan kalau rekaman ini adalah sebuah rekayasa, walaupun tidak bisa dijadikan bukti yang konklusif.
Pertama, Jika kita memperhatikan rekaman itu pada detik ke 20, kita bisa melihat Jevgenij2000 hanya perlu sedikit maju dan menemukan dua perempuan itu di sebelah kirinya. Artinya posisinya tidak terlalu jauh atau tersembunyi dari mereka. Ketika ia berteriak meminta Tarzan untuk datang kepadanya, maka suara teriakan itu seharusnya bisa terdengar oleh kedua perempuan itu. Apalagi mengingat kondisi hutan yang sunyi.
Kedua, ketika Tarzan berlari menjauhi Jevgenij2000, sesungguhnya ia sedang berlari ke arah dua perempuan itu (walaupun tidak sampai menghampiri mereka). Ini bisa terlihat dari rekaman pada detik ke-28.
Pada detik ke-28, Tarzan terlihat sedang berlari menjauhi dua perempuan itu. Menurut saya, kedua perempuan itu seharusnya menyadari kehadiran anjing itu di dekat mereka. Apakah hanya sekedar melihat dari sudut mata atau mendengar suara derap kakinya.
Ketiga, awalnya Jevgenij2000 sedang merekam Tarzan. Ketika Tarzan berlari menjauh dan menghilang dari pandangannya, reaksi yang normal adalah menurunkan kamera dan mencari Tarzan dengan mata telanjang. Namun dalam rekaman tersebut, ia sepertinya terus mencari Tarzan lewat kamera. Menurut saya ini cukup ganjil, walaupun saya tidak menyangkal ada beberapa orang yang bisa bereaksi seperti itu.
Keempat, pada umumnya, rekaman hoax selalu mengandung unsur "menutup-nutupi". Nah, rekaman ini jelas mengandung unsur tersebut. Momen yang sangat penting, yaitu ketika anak perempuan itu turun ke tanah justru tidak terekam kamera karena "terkejut oleh gonggongan Tarzan". Benar-benar mencurigakan.
Kelima, walaupun saya tidak bisa menemukan kawat untuk menggantung anak perempuan itu, namun ada tonjolan yang cukup mencurigakan di baju hangat anak itu.
Bentuknya tidak terlihat seperti kerutan biasa sehingga ada kemungkinan kalau tonjolan itu adalah ikat pinggang yang digunakan untuk menggantungnya dengan kawat tipis. Jika kalian melihatnya dengan teliti, di bawah tonjolan melingkar itu, baju anak itu terlihat lebih gembung dibanding bagian atas. Mungkin ia memang menggunakan sesuatu yang digunakan untuk menggantungnya di udara.
Perlu saya ingatkan kembali kalau saya tidak menganggap lima catatan ini sebagai bukti konklusif untuk menyatakannya sebagai hoax. Karena itu saya tidak memasukkan postingan ini ke kategori hoax.
Jadi saya serahkan kepada kalian masing-masing untuk menilai rekaman ini.
Walaupun begitu, saya pribadi lebih condong kalau rekaman ini merupakan hasil rekayasa dan dikerjakan oleh seorang profesional. Mungkin untuk tujuan viral marketing atau hanya sekedar iseng.
Jika di kemudian hari rekaman ini tidak juga terbukti sebagai rekayasa, mungkin di sebuah tempat terpencil di hutan Rusia, memang ada satu keluarga super yang diam-diam sedang menggembleng anak-anak mereka untuk menjadi penyelamat dunia. Hmm..Saya suka dengan ide ini.
Sampai saat ini saya tidak menemukan bukti konklusif yang menunjukkan kalau rekaman ini adalah hoax walaupun secara pribadi saya percaya kalau rekaman ini adalah sebuah produk rekayasa.
Berikut rekaman yang menghebohkan tersebut:
Rekaman ini pertama kali diupload oleh seorang pengguna Youtube yang memiliki nickname Jevgenij2000 pada tanggal 2 Maret 2009. Video ini tersembunyi diantara jutaan video di Youtube dan baru mulai menjadi heboh pada awal Januari 2011 ini ketika beberapa media di Cina dan Amerika memberitakannya.
Dalam keterangannya, Jevgenij2000 mengatakan kalau ia dan anjingnya sedang berjalan-jalan di sebuah hutan dan tidak menyangka akan menemukan seseorang di situ. Ia sangat terkejut ketika melihat adegan di depannya dan tidak memiliki penjelasan mengenainya.
Jevgenij2000 tidak menjelaskan kapan dan dimana persisnya ia merekam video ini.
Bagi kalian yang tidak bisa menyaksikan rekaman di atas, saya berikan screenshotnya beserta sedikit penjelasan.
Pertama, rekaman ini dimulai dengan wajah seekor anjing. Lalu anjing ini mulai berlari menjauh dari sang pemegang kamera yang secara logis bisa kita simpulkan sebagai Jevgenij2000.
Jevgenij lalu berteriak: "Tarzan,ко мне!"Teriakan itu dalam bahasa Rusia yang artinya: "Tarzan, kemari!"
Dari sini kita mengetahui kalau anjing itu bernama Tarzan.
Jevgenij2000 maju sedikit ke depan. Di sebelah kanannya ada pohon yang rimbun. Ketika ia mengarahkan kamera ke sebelah kanan, di kejauhan terlihat seorang perempuan sedang berdiri dengan seorang anak perempuan yang sedang melayang di udara!

Ia mendekat sambil terus merekam.

Anak perempuan itu terus melayang selama beberapa saat.

Tiba-tiba, Tarzan menggonggong. Sepertinya gonggongan itu membuat Jevgenij2000 terkejut karena kamera yang dipegangnya ikut goyang sehingga mengarah ke tanah.
Dua detik kemudian, ia kembali mengarahkan kamera ke arah mereka. Namun anak perempuan itu sudah tidak melayang lagi, mungkin terkejut karena gonggongan Tarzan. Lalu mereka berdua pergi dan menghilang di balik pepohonan.

Rekaman itupun berakhir.
Benarkah anak perempuan itu sedang melayang di udara?
Apakah ada sekelompok manusia mutan super power yang sedang berlatih di hutan Rusia?
Beberapa orang yang tidak percaya kalau manusia bisa melayang di udara akan segera menolaknya dan menganggapnya sebagai hoax. Namun, saya lebih suka melihat kepada bukti yang ada, bukan dengan persepsi. Karena itu mari kita melihat kembali rekaman itu dengan teliti.
Seperti yang saya katakan sebelumnya, saya tidak bisa menemukan bukti konklusif kalau rekaman ini adalah hasil rekayasa. Namun, ada beberapa catatan yang mungkin bisa menjadi pertimbangan kita untuk menilai apakah adegan tersebut hanya rekayasa atau benar-benar terjadi.
Catatan positif untuk rekaman ini adalah begitu cepatnya anak perempuan itu berada di tanah. Ketika kamera bergoyang, hanya dalam tempo dua detik, ia sudah terlihat menginjakkan kakinya di bumi. Ini tentu saja sangat sulit dilakukan. Jika anak perempuan itu digantung dengan kabel tipis, maka pastilah ia akan diturunkan dengan pelan untuk mengurangi risiko kecelakaan. Karena itu dua detik yang misterius itu saya anggap sebagai unsur yang cukup menarik dari rekaman itu.
Di sisi lain, ada beberapa catatan yang sepertinya menunjukkan kalau rekaman ini adalah sebuah rekayasa, walaupun tidak bisa dijadikan bukti yang konklusif.
Pertama, Jika kita memperhatikan rekaman itu pada detik ke 20, kita bisa melihat Jevgenij2000 hanya perlu sedikit maju dan menemukan dua perempuan itu di sebelah kirinya. Artinya posisinya tidak terlalu jauh atau tersembunyi dari mereka. Ketika ia berteriak meminta Tarzan untuk datang kepadanya, maka suara teriakan itu seharusnya bisa terdengar oleh kedua perempuan itu. Apalagi mengingat kondisi hutan yang sunyi.
Kedua, ketika Tarzan berlari menjauhi Jevgenij2000, sesungguhnya ia sedang berlari ke arah dua perempuan itu (walaupun tidak sampai menghampiri mereka). Ini bisa terlihat dari rekaman pada detik ke-28.
Pada detik ke-28, Tarzan terlihat sedang berlari menjauhi dua perempuan itu. Menurut saya, kedua perempuan itu seharusnya menyadari kehadiran anjing itu di dekat mereka. Apakah hanya sekedar melihat dari sudut mata atau mendengar suara derap kakinya.Ketiga, awalnya Jevgenij2000 sedang merekam Tarzan. Ketika Tarzan berlari menjauh dan menghilang dari pandangannya, reaksi yang normal adalah menurunkan kamera dan mencari Tarzan dengan mata telanjang. Namun dalam rekaman tersebut, ia sepertinya terus mencari Tarzan lewat kamera. Menurut saya ini cukup ganjil, walaupun saya tidak menyangkal ada beberapa orang yang bisa bereaksi seperti itu.
Keempat, pada umumnya, rekaman hoax selalu mengandung unsur "menutup-nutupi". Nah, rekaman ini jelas mengandung unsur tersebut. Momen yang sangat penting, yaitu ketika anak perempuan itu turun ke tanah justru tidak terekam kamera karena "terkejut oleh gonggongan Tarzan". Benar-benar mencurigakan.
Kelima, walaupun saya tidak bisa menemukan kawat untuk menggantung anak perempuan itu, namun ada tonjolan yang cukup mencurigakan di baju hangat anak itu.
Bentuknya tidak terlihat seperti kerutan biasa sehingga ada kemungkinan kalau tonjolan itu adalah ikat pinggang yang digunakan untuk menggantungnya dengan kawat tipis. Jika kalian melihatnya dengan teliti, di bawah tonjolan melingkar itu, baju anak itu terlihat lebih gembung dibanding bagian atas. Mungkin ia memang menggunakan sesuatu yang digunakan untuk menggantungnya di udara.Perlu saya ingatkan kembali kalau saya tidak menganggap lima catatan ini sebagai bukti konklusif untuk menyatakannya sebagai hoax. Karena itu saya tidak memasukkan postingan ini ke kategori hoax.
Jadi saya serahkan kepada kalian masing-masing untuk menilai rekaman ini.
Walaupun begitu, saya pribadi lebih condong kalau rekaman ini merupakan hasil rekayasa dan dikerjakan oleh seorang profesional. Mungkin untuk tujuan viral marketing atau hanya sekedar iseng.
Jika di kemudian hari rekaman ini tidak juga terbukti sebagai rekayasa, mungkin di sebuah tempat terpencil di hutan Rusia, memang ada satu keluarga super yang diam-diam sedang menggembleng anak-anak mereka untuk menjadi penyelamat dunia. Hmm..Saya suka dengan ide ini.
Oliver the Humanzee - Setengah simpanse setengah manusia?
Ketika Oliver pertama kali muncul ke publik, masyarakat dikejutkan dengan penampilan wajahnya yang sangat menyerupai manusia. Bukan itu saja, kemampuannya boleh dibilang luar biasa untuk ukuran seekor simpanse. Banyak yang percaya kalau Oliver adalah "Missing Link" antara manusia dan simpanse atau makhluk hybrid sehingga ia dijuluki Humanzee (Dari kata human dan chimpanzee).
Tentu saja anggapan itu tidak benar. Namun, tidak bisa disangkal kalau Oliver mungkin adalah simpanse yang paling banyak menyita perhatian para peneliti yang tertarik dengan karakteristiknya.
Jika kalian seorang ilmuwan, mungkin kalian juga akan tertarik dengan Oliver. Coba lihat, umumnya simpanse memiliki wajah seperti ini:

Namun, Oliver memiliki wajah seperti ini.
Ketika melihat wajahnya, saya yakin kalian akan sepakat dengan saya kalau Oliver adalah simpanse paling berwibawa yang pernah kita lihat!
Oliver lahir pada tahun 1958 di Kongo, Afrika. Pada saat usianya dua tahun, ia dibawa oleh pelatih simpanse Frank dan Janet Berger ke New Jersey, Amerika Serikat.
Pasangan Berger tertarik melihat fisik Oliver yang tidak biasa sehingga mereka memutuskan untuk membawanya ke Amerika. Berger bahkan benar-benar percaya kalau Oliver bukan murni seekor simpanse, melainkan hybrid antara kera dan manusia.
Wajah Oliver lebih datar dibanding simpanse lainnya. Ia memiliki kepala yang sedikit botak dengan hidung yang lebih kecil. Perbedaan ini membuat Oliver selalu dikucilkan oleh simpanse-simpanse lainnya.
Sejak kecil Oliver punya kebiasaan berjalan dengan dua kakinya. Ini berbeda dengan simpanse pada umumnya yang berjalan dengan kaki dan tangannya. Bahkan walaupun seekor simpanse diajarkan untuk berjalan dengan dua kaki, mereka akan tetap mengalami kesulitan karena struktur telapak kakinya.
Ia juga tidak pernah berjalan dengan menggunakan buku-buku jarinya seperti simpanse lainnya.
Ia suka menonton televisi dan merokok, persis seperti manusia.
Bahkan, bukan itu saja, menurut Janet Berger, Oliver lebih menyukai seorang wanita (manusia) dibanding simpanse betina.
Kepada Discovery Channel, Janet bercerita kalau saat Oliver berusia 16 tahun, ia mulai tertarik dengan Janet. Ini dibuktikan dengan kebiasaan Oliver menaiki tubuh Janet dan berusaha untuk berhubungan badan dengannya (Yup, kalian tidak salah baca).
Pasangan Berger yang melihat kebiasaan ini kemudian merasa terancam sehingga memutuskan untuk menjual simpanse hidung belang itu kepada orang lain.
Pada tahun 1977, Oliver telah berpindah tangan ke Ralph Helfer, pemilik sebuah taman hiburan, Enchanted Village di Buena Park, Amerika Serikat. Oliver dipekerjakan di taman hiburan itu sebagai simpanse atraksi.
Ketika taman hiburan itu bangkrut, Oliver terus dipamerkan oleh Helfer lewat sarana yang lain. Saat itu, media-media dan masyarakat mulai dihebohkan dengan keberadaannya. Los Angeles Time pernah menulis sebuah ulasan panjang mengenai Oliver. Mereka bahkan berspekulasi kalau Oliver mungkin adalah seekor sub spesies simpanse atau missing link yang telah lama dicari oleh para evolusionis.
Tidak berapa lama kemudian, kemashyuran Oliver mulai mendunia. Ia telah berubah dari seekor simpanse atraksi biasa menjadi primata selebritis yang dikenal dimana-mana.
Ketenaran Oliver bahkan hingga mencapai benua Asia. Pada suatu hari, Oliver pernah tampil dan diujicoba di televisi Jepang dengan disaksikan oleh 26 juta pemirsa. Lewat eksperimen keseimbangan gravitasi yang dilakukan oleh pihak stasiun televisi, disimpulkan kalau Oliver ternyata lebih mirip manusia dibanding simpanse.
Sampel dari tubuh Oliver juga diambil untuk diujicoba. Dari 40 sel yang diambil, 38 sel memiliki 48 kromosom, sedangkan 2 sel memiliki 47. Hasil eksperimen ini menggemparkan karena simpanse memiliki 48 kromosom sedangkan manusia memiliki 46 kromosom.
Jika Oliver memiliki 47 kromosom, itu artinya kemungkinan kalau ia adalah makhluk hybrid benar-benar mendapat dukungan sains!
Pada tahun 1985, Oliver berpindah tangan ke pelatih kera Bill Rivers. Rivers juga melaporkan kalau Oliver tidak pernah bisa akrab dengan simpanse lainnya.
Pada tahun itu, ketenaran Oliver telah memudar dan ia mulai dilupakan oleh publik.
Pada tahun 1989, Oliver dibeli oleh Buckshire Corporation, sebuah laboratorium yang bidang usahanya adalah menyewakan hewan-hewan untuk keperluan uji coba sains atau kosmetik. Ia tidak pernah digunakan sebagai eksperimen, tetapi selama sembilan tahun di tempat itu, Oliver ditempatkan di sebuah kandang kecil yang membuatnya menderita penyakit muscular atrophy.
Pada tahun 1996, presiden Buckshire Corporation, Sharon Hursh, melepaskan Oliver atas permintaan sebuah organisasi primata bernama Primarily Primates. Sampai saat ini, Oliver masih tinggal di fasilitas milik organisasi itu.
Lalu, pertanyaannya adalah, apakah Oliver adalah missing link yang telah lama dicari itu? Atau bigfoot?
Mungkin tidak, tetapi banyak yang percaya kalau Oliver adalah makhluk hybrid antara manusia dengan simpanse.
Sebagai informasi, simpanse dan manusia memiliki kesamaan urutan DNA hingga 95%. Karena itu beberapa ilmuwan sesungguhnya telah meneliti kemungkinan menghasilkan makhluk setengah simpanse dan manusia.
Usaha itu dimulai oleh ilmuwan Rusia bernama Ilya Ivanovich Ivanov pada tahun 1927. Ia menyuntikkan sperma manusia ke rahim tiga ekor simpanse betina. Namun, ketiganya ternyata tidak hamil. Eksperimen berikutnya mengalami hambatan sehingga tidak dilanjutkan. Tidak ada bukti kalau Ivanov berhasil menghasilkan makhluk hybrid manusia simpanse.
Ketika Oliver muncul ke publik, ada rumor yang berkembang di masyarakat kalau seekor simpanse di sebuah laboratorium di China berhasil hamil dari sperma manusia, namun mati sebelum sempat melahirkan.
Kisah serupa juga diceritakan oleh psikolog dari Universitas Albany, Gordon Gallup, yang pernah mendengar kalau Robert Yerkes, pendiri Yerkes national primate research Center di Florida, berhasil menghasilkan makhluk hybrid manusia simpanse pada tahun 1920an. Namun, makhluk itu segera dibunuh oleh Yerkes sendiri.
Walaupun tidak ada bukti yang mendukung kisah-kisah ini, namun spekulasi terhadap identitas Oliver terus berkembang.
Karena itu pada tahun 1996, Primarily Primate memutuskan untuk mengakhiri perdebatan ini dengan mengadakan penelitian ulang terhadap taksonomi Oliver.
Penelitian ini dilakukan oleh Dr.David Ledbetter, ahli genetika dari University of Chicago, yang kemudian memeriksa ulang kromosom Oliver. Ia menemukan kalau Oliver memiliki 48 kromosom, bukan 47 seperti yang disebutkan oleh penelitian sebelumnya.
Dr.Ledbetter juga menyebutkan kalau keunikan wajah dan tengkorak Oliver masih berada dalam batas-batas variasi simpanse yang wajar.
Hasil penelitian ini diumumkan dalam American Journal of Physical Anthropology dan dengan demikian mengakhiri spekulasi mengenai keanehan Oliver.
Namun, satu pertanyaan masih menggantung. Jika Oliver memang simpanse biasa, mengapa kita tidak pernah menemukan simpanse dengan karakter wajah dan perilaku seperti dia?
Hari ini, Oliver masih tinggal di fasilitas Primarily Primate. Usianya sudah lebih dari 50 tahun, cukup tua untuk ukuran simpanse. Matanya sudah hampir buta dan tubuhnya sudah tidak sehat lagi seperti dulu. Kondisi tempat tinggal yang buruk di Buckshire Corporation telah memberinya penyakit Arthritis sehingga ia sudah tidak bisa lagi berjalan dengan dua kaki.
Dari tempat tinggalnya yang terpencil, Oliver masih sering termenung sendiri. Mungkin memikirkan masa-masa ketika ia masih di Kongo, mulai termashyur dan kemudian dilupakan.
Itulah kehidupan.
Bagi kalian yang punya koneksi internet yang cepat, kalian bisa melihat satu dari enam video dokumenter mengenai Oliver. Lima video yang lain bisa kalian saksikan di Youtube.
(link youtube)
Selamat menyaksikan.
Baca juga: Kisah Zana - bigfoot Rusia yang melahirkan anak-anak dari manusia dan sekelompok simpanse berduka melihat kematian temannya.
(wikipedia, scienceray.com, austinchronicle.com)
Tentu saja anggapan itu tidak benar. Namun, tidak bisa disangkal kalau Oliver mungkin adalah simpanse yang paling banyak menyita perhatian para peneliti yang tertarik dengan karakteristiknya.
Jika kalian seorang ilmuwan, mungkin kalian juga akan tertarik dengan Oliver. Coba lihat, umumnya simpanse memiliki wajah seperti ini:

Namun, Oliver memiliki wajah seperti ini.
Ketika melihat wajahnya, saya yakin kalian akan sepakat dengan saya kalau Oliver adalah simpanse paling berwibawa yang pernah kita lihat!Oliver lahir pada tahun 1958 di Kongo, Afrika. Pada saat usianya dua tahun, ia dibawa oleh pelatih simpanse Frank dan Janet Berger ke New Jersey, Amerika Serikat.
Pasangan Berger tertarik melihat fisik Oliver yang tidak biasa sehingga mereka memutuskan untuk membawanya ke Amerika. Berger bahkan benar-benar percaya kalau Oliver bukan murni seekor simpanse, melainkan hybrid antara kera dan manusia.
Wajah Oliver lebih datar dibanding simpanse lainnya. Ia memiliki kepala yang sedikit botak dengan hidung yang lebih kecil. Perbedaan ini membuat Oliver selalu dikucilkan oleh simpanse-simpanse lainnya.
Ia juga tidak pernah berjalan dengan menggunakan buku-buku jarinya seperti simpanse lainnya.Ia suka menonton televisi dan merokok, persis seperti manusia.
Bahkan, bukan itu saja, menurut Janet Berger, Oliver lebih menyukai seorang wanita (manusia) dibanding simpanse betina.
Kepada Discovery Channel, Janet bercerita kalau saat Oliver berusia 16 tahun, ia mulai tertarik dengan Janet. Ini dibuktikan dengan kebiasaan Oliver menaiki tubuh Janet dan berusaha untuk berhubungan badan dengannya (Yup, kalian tidak salah baca).
Pasangan Berger yang melihat kebiasaan ini kemudian merasa terancam sehingga memutuskan untuk menjual simpanse hidung belang itu kepada orang lain.
Pada tahun 1977, Oliver telah berpindah tangan ke Ralph Helfer, pemilik sebuah taman hiburan, Enchanted Village di Buena Park, Amerika Serikat. Oliver dipekerjakan di taman hiburan itu sebagai simpanse atraksi.
Ketika taman hiburan itu bangkrut, Oliver terus dipamerkan oleh Helfer lewat sarana yang lain. Saat itu, media-media dan masyarakat mulai dihebohkan dengan keberadaannya. Los Angeles Time pernah menulis sebuah ulasan panjang mengenai Oliver. Mereka bahkan berspekulasi kalau Oliver mungkin adalah seekor sub spesies simpanse atau missing link yang telah lama dicari oleh para evolusionis.Tidak berapa lama kemudian, kemashyuran Oliver mulai mendunia. Ia telah berubah dari seekor simpanse atraksi biasa menjadi primata selebritis yang dikenal dimana-mana.
Ketenaran Oliver bahkan hingga mencapai benua Asia. Pada suatu hari, Oliver pernah tampil dan diujicoba di televisi Jepang dengan disaksikan oleh 26 juta pemirsa. Lewat eksperimen keseimbangan gravitasi yang dilakukan oleh pihak stasiun televisi, disimpulkan kalau Oliver ternyata lebih mirip manusia dibanding simpanse.
Sampel dari tubuh Oliver juga diambil untuk diujicoba. Dari 40 sel yang diambil, 38 sel memiliki 48 kromosom, sedangkan 2 sel memiliki 47. Hasil eksperimen ini menggemparkan karena simpanse memiliki 48 kromosom sedangkan manusia memiliki 46 kromosom.
Jika Oliver memiliki 47 kromosom, itu artinya kemungkinan kalau ia adalah makhluk hybrid benar-benar mendapat dukungan sains!
Pada tahun 1985, Oliver berpindah tangan ke pelatih kera Bill Rivers. Rivers juga melaporkan kalau Oliver tidak pernah bisa akrab dengan simpanse lainnya.
Pada tahun itu, ketenaran Oliver telah memudar dan ia mulai dilupakan oleh publik.
Pada tahun 1989, Oliver dibeli oleh Buckshire Corporation, sebuah laboratorium yang bidang usahanya adalah menyewakan hewan-hewan untuk keperluan uji coba sains atau kosmetik. Ia tidak pernah digunakan sebagai eksperimen, tetapi selama sembilan tahun di tempat itu, Oliver ditempatkan di sebuah kandang kecil yang membuatnya menderita penyakit muscular atrophy.
Pada tahun 1996, presiden Buckshire Corporation, Sharon Hursh, melepaskan Oliver atas permintaan sebuah organisasi primata bernama Primarily Primates. Sampai saat ini, Oliver masih tinggal di fasilitas milik organisasi itu.
Lalu, pertanyaannya adalah, apakah Oliver adalah missing link yang telah lama dicari itu? Atau bigfoot?
Mungkin tidak, tetapi banyak yang percaya kalau Oliver adalah makhluk hybrid antara manusia dengan simpanse.
Sebagai informasi, simpanse dan manusia memiliki kesamaan urutan DNA hingga 95%. Karena itu beberapa ilmuwan sesungguhnya telah meneliti kemungkinan menghasilkan makhluk setengah simpanse dan manusia.
Usaha itu dimulai oleh ilmuwan Rusia bernama Ilya Ivanovich Ivanov pada tahun 1927. Ia menyuntikkan sperma manusia ke rahim tiga ekor simpanse betina. Namun, ketiganya ternyata tidak hamil. Eksperimen berikutnya mengalami hambatan sehingga tidak dilanjutkan. Tidak ada bukti kalau Ivanov berhasil menghasilkan makhluk hybrid manusia simpanse.
Ketika Oliver muncul ke publik, ada rumor yang berkembang di masyarakat kalau seekor simpanse di sebuah laboratorium di China berhasil hamil dari sperma manusia, namun mati sebelum sempat melahirkan.
Kisah serupa juga diceritakan oleh psikolog dari Universitas Albany, Gordon Gallup, yang pernah mendengar kalau Robert Yerkes, pendiri Yerkes national primate research Center di Florida, berhasil menghasilkan makhluk hybrid manusia simpanse pada tahun 1920an. Namun, makhluk itu segera dibunuh oleh Yerkes sendiri.
Walaupun tidak ada bukti yang mendukung kisah-kisah ini, namun spekulasi terhadap identitas Oliver terus berkembang.
Karena itu pada tahun 1996, Primarily Primate memutuskan untuk mengakhiri perdebatan ini dengan mengadakan penelitian ulang terhadap taksonomi Oliver.
Penelitian ini dilakukan oleh Dr.David Ledbetter, ahli genetika dari University of Chicago, yang kemudian memeriksa ulang kromosom Oliver. Ia menemukan kalau Oliver memiliki 48 kromosom, bukan 47 seperti yang disebutkan oleh penelitian sebelumnya.
Dr.Ledbetter juga menyebutkan kalau keunikan wajah dan tengkorak Oliver masih berada dalam batas-batas variasi simpanse yang wajar.
Hasil penelitian ini diumumkan dalam American Journal of Physical Anthropology dan dengan demikian mengakhiri spekulasi mengenai keanehan Oliver.
Namun, satu pertanyaan masih menggantung. Jika Oliver memang simpanse biasa, mengapa kita tidak pernah menemukan simpanse dengan karakter wajah dan perilaku seperti dia?
Hari ini, Oliver masih tinggal di fasilitas Primarily Primate. Usianya sudah lebih dari 50 tahun, cukup tua untuk ukuran simpanse. Matanya sudah hampir buta dan tubuhnya sudah tidak sehat lagi seperti dulu. Kondisi tempat tinggal yang buruk di Buckshire Corporation telah memberinya penyakit Arthritis sehingga ia sudah tidak bisa lagi berjalan dengan dua kaki.
Dari tempat tinggalnya yang terpencil, Oliver masih sering termenung sendiri. Mungkin memikirkan masa-masa ketika ia masih di Kongo, mulai termashyur dan kemudian dilupakan.Itulah kehidupan.
Bagi kalian yang punya koneksi internet yang cepat, kalian bisa melihat satu dari enam video dokumenter mengenai Oliver. Lima video yang lain bisa kalian saksikan di Youtube.
Selamat menyaksikan.
Baca juga: Kisah Zana - bigfoot Rusia yang melahirkan anak-anak dari manusia dan sekelompok simpanse berduka melihat kematian temannya.
(wikipedia, scienceray.com, austinchronicle.com)